ASKEP APENDIKTOMI PDF

Konsep Dasar A. Definisi Apendiksitis adalah ujung seperti jari-jari kecil panjangnya kira-kira 10 cm 4 inci melekat pada sekum tepat dibawah katup eleosekal. Apendiks berisi makanan dan mengosongkan diri secara teratur ke dalam sekum. Karena pengosongannya tidak efektif dan lumennya kecil, apendiks cenderung menjadi tersumbat dan terutama rentan terhadap infeksi apendisitis. Brunner and suddarth, Apendiksitis merupakan organ berbentuk tabung, panjangnya kira-kira 10 cm kisaran cm , dan berpangkal di sekum.

Author:Mazuzilkree Torn
Country:Nicaragua
Language:English (Spanish)
Genre:Life
Published (Last):14 June 2004
Pages:394
PDF File Size:10.15 Mb
ePub File Size:13.62 Mb
ISBN:348-6-23032-629-9
Downloads:16767
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Faushicage



Konsep Dasar A. Definisi Apendiksitis adalah ujung seperti jari-jari kecil panjangnya kira-kira 10 cm 4 inci melekat pada sekum tepat dibawah katup eleosekal. Apendiks berisi makanan dan mengosongkan diri secara teratur ke dalam sekum.

Karena pengosongannya tidak efektif dan lumennya kecil, apendiks cenderung menjadi tersumbat dan terutama rentan terhadap infeksi apendisitis. Brunner and suddarth, Apendiksitis merupakan organ berbentuk tabung, panjangnya kira-kira 10 cm kisaran cm , dan berpangkal di sekum.

Lumennya sempit di bagian proksimal dan melebar di bagian distal. Namun pada bayi, appendiks berbentuk kerucut, lebar pada pangkalnya dan menyempit ke arah ujungnya.

Keadaan ini mungkin menjadi sebab rendahnya insiden appendisitis pada usia tersebut. Arif Muttaqin, Kumala Sari, Apendiksitis merupakan inflamasi apendiks, suatu bagian seperti kantung yang non fungsional dan terletak di bagian inferior sekum. Penyebab paling umum dari apendisitis adalah obstruksi lumen oleh feses, yang akhirnya merusak suplai darah dan merobek mukosa yang menyebabkan inflamasi.

Komplikasi utama berhubungan dengan apendisitis adalah peritonitis, yang dapat terjadi bila apendiks ruptur Ester, Monica, Appendectomy adalah pengangkatan apendiks terinflamasi dapat dilakukan oleh pasien rawat jalan dengan menggunakan pendekatan endoskopi, namun karena adanya perlengketan multipel, posisi retriperitoneal dari apendiks, atau robek perlu dilakukan prosedur pembukaan tradisional.

Marilynn E Doenges B. Etiologi Apendiksitis merupakan infeksi bakteri. Faktor pencetusnya yaitu sumbatan pada lumen disebabkan oleh fekalit, hipertrofi limfoid, barium kering, biji atau cacing usus. Penyebab lain yang diduga menimbulkan apendisitis adalah erosi mukosa apendiks karena parasit seperti E. Syamsuhidayat, et. Patofisiologi 1. Proses Perjalanan Penyakit Obstruksi apendiks itu menyebabkan mukus yang diproduksi mukosa terbendung, makin lama mukus yang terbendung makin banyak dan menekan dinding appendiks oedem serta merangsang tunika serosa dan peritonium viseral.

Oleh karena itu persarafan appendiks sama dengan usus yaitu torakal X maka rangsangan itu dirasakan sebagai rasa sakit disekitar umblikus. Mukus yang terkumpul itu lalu terinfeksi oleh bakteri menjadi nanah, kemudian timbul gangguan aliran vena, sedangkan arteri belum terganggu, peradangan yang timbul meluas dan mengenai peritonium parietal setempat, sehingga menimbulkan rasa sakit dikanan bawah, keadaan ini disebut dengan appendisitis supuratif akut.

Bila kemudian aliran arteri terganggu maka timbul alergen dan ini disebut dengan appendisitis gangrenosa. Bila dinding apendiks yang telah akut itu pecah, dinamakan appendisitis perforasi. Bila omentum usus yang berdekatan dapat mengelilingi apendiks yang meradang atau perforasi akan timbul suatu masa lokal, keadaan ini disebut sebagai appendisitis abses. Pada anak — anak karena omentum masih pendek dan tipis, apendiks yang relatif lebih panjang , dinding apendiks yang lebih tipis dan daya tahan tubuh yang masih kurang, demikian juga pada orang tua karena telah ada gangguan pembuluh darah, maka perforasi terjadi lebih cepat.

Bila appendisitis infiltrat ini menyembuh dan kemudian gejalanya hilang timbul dikemudian hari maka terjadi appendisitis kronis. Manifestasi Klinis Pada kasus apendiksitis akut klasik, gejala awal adalah nyeri atau rasa tidak enak di sekitar umbilikus. Gejala ini umunya berlangsung lebih dari satu atau dua hari. Dalam beberapa jam nyeri bergeser ke kuadran kanan bawah dengan disertai oleh anoreksia, mual, dan muntah.

Dapat juga terjadi nyeri tekan di sekitar titik Mc Burney. Kemudian, dapat timbul spasme otot dan nyeri tekan lepas. Biasanya ditemukan demam ringan dan leukositosis sedang Price, Sylvia Anderson, Nyeri kuadran bawah terasa dan biasanya disertai oleh demam ringan, mual, muntah, dan hilangnya nafsu makan.

Nyeri tekan lokal pada titik Mc Burney bila dilakukan tekanan. Nyeri tekan lepas hasil atau intensifikasi nyeri bila tekanan dilepaskan mungkin dijumpai. Derajat nyeri tekan, spasme otot, dan apakah terdapat konstipasi atau diare tidak tergantung pada beratnta infeksi dan lokasi appendiks. Bila apendisitis melingkar di belakang sekum, nyeri tekan dapat terasa di daerah lumbal. Nyeri pada defekasi menunjukkan ujung appendiks berada dekat rektum.

Nyeri pada saat berkemih menunjukkan bahwa appendiks dekat dengan kandung kemih atau ureter. Gambaran klinik apendisitis: Nyeri mulai di episgastrium atau regiomilikus disertai mual dan anoreksia.

Nyeri rangsang peritonium tidak langsung Nyeri rangsang peritonium tidak langsung meliputi nyeri kanan bawah pada tekanan kiri Rovsing , nyeri tekanan bawah bila tekanan di sebelah kiri dilepaskan Blumberg , nyeri tekanan bawah bila peritoneum bergerak seperti nafas dalam berjalan, batuk, atau mengedan.

Brunner dan Suddarth, 3. Komplikasi Komplikasi utama apendisitis adalah perforasi apendiks, yang dapat berkembang menjadi peritonitis atau abses. Insiden lebih tinggi pada anak kecil dan lansia.

Peforasi secara umum terjadi 24 jam setelah nyeri gejala-gejalanya termasuk demam, penampilan toksik dan nyeri berlanjut. Penatalaksanaan Medis Pembedahan di indikasikan bila diagnosa apendiksitis telah ditegakkan, antibiotik dan cairan IV diberikan sampai pembedahan dilakukan. Analgetik dapat diberikan setelah diagnosa di tegakan. Apendektomi dilakukan sesegara mungkin untuk menurunkan resiko perforasi. Apendektomi dapat dilakukan dengan anastesi umum spinal dengan insisi abdomen bawah dengan laparaskopi, yang merupakan metode terbaru yang sangat efektif.

Pra Operatif a. Observasi Dalam 8 — 12 jam setelah kaluhan tanda dan gejala apendiksitis seringkali masih belum jelas. Dalam keadaan ini observasi ketat perlu di lakukan. Pasien diminta untuk tirah baring dan dipuasakan, laksatif tidak di berikan.

Pemeriksaan abdomen dan rectal serta pemeriksaan darah di ulang secara periodik, foto thoraks dan abdomen dilakukan untuk mencari kemungkinan ada penyulit lain. Terapi Antibiotik dapat di berikan untuk mencegah infeksi 2. Pasca Operasi Perlu dilakukan obsevasi tanda-tanda vital untuk mengetahui terjadinya perdarahan di dalam, syock, hipertermi, atau gangguan pernafasan. Baringkan pasien dalam posisi semi fowler.

Posisi ini mengurangi tegangan pada insisi dan organ abdomen. Pasien di katakan baik apabila dalam 12 jam tidak terjadi gangguan. Satu hari pasca operasi di anjurakan untuk duduk tegak di tempat tidur selama 2x30 menit. Pada hari berikutnya pasien boleh berdiri dan duduk di luar kamar. Pemeriksaan Diagnostik 1. Jumlah leukosit lebih tinggi dari Pemeriksaan urin rutin, urinalisis normal, tetapi eritrosit atau lekosit mungkin ada. Pemeriksaan photo sinar x tidak tampak kelainan yang spesifik Doengoes, II.

Konsep Dasar Keperawatan.

GROSSERON CATALOGUE PDF

ASKEP APENDIKTOMI PDF

Fenridal Calling bell circuit design This tutorial covers a circuit diagram for door bell using timer ics. The main part of this doorbell circuit are two ne timer ics. What are the good ideas for best projects under image processing and wireless. Easy, melodious door chime circuit explained written by.

APPLETTER 2002 21323SE8 001AND21440LTR PDF

Obstruksi intestinum. Menurut Mansjoer, : Apendiksitis adalah penyakit yang jarang mereda dengan spontan, tetapi peyakit ini tidak dapat diramalkan dan mempunyai kecenderungan menjadi progresif dan mengalami perforasi. Karena perforasi jarang terjadi dalam 8 jam pertama, observasi aman untuk dilakukan dalam masa tersebut. Tanda-tanda perforasi meliputi meningkatnya nyeri, spasme otot dinding perut kuadran kanan bawah dengan tanda peritonitis umum atau abses yang terlokalisasi, ileus, demam, malaise, leukositosis semakin jelas. Bila perforasi dengan peritonitis umum atau pembentukan abses telah terjadi sejak klien pertam akali datang, diagnosis dapat ditegakkan dengan pasti. Bila terjadi peritonitis umum terapi spesifik yang dilakukan adalah operasi untuk menutup asal perforasi.

GESCHFTLICHE BEGEGNUNGEN B1 PDF

Menurut Mansjoer, : Apendiksitis adalah penyakit yang jarang mereda dengan spontan, tetapi peyakit ini tidak dapat diramalkan dan mempunyai kecenderungan menjadi progresif dan mengalami perforasi. Karena perforasi jarang terjadi dalam 8 jam pertama, observasi aman untuk dilakukan dalam masa tersebut. Tanda-tanda perforasi meliputi meningkatnya nyeri, spasme otot dinding perut kuadran kanan bawah dengan tanda peritonitis umum atau abses yang terlokalisasi, ileus, demam, malaise, leukositosis semakin jelas. Bila perforasi dengan peritonitis umum atau pembentukan abses telah terjadi sejak klien pertam akali datang, diagnosis dapat ditegakkan dengan pasti.

ASTM D4220 PDF

.

Related Articles